phit story

curahan hati seorang anak manusia

mengaguminya… 30 September 2010

Filed under: Uncategorized — fitrianuryanti @ 2:04 PM

beberapa hari yang lalu, aku mengagumi seorang temanku.
dia cewek, temen sekelasku.
lantas kenapa aku mengaguminya ?
dia seorang cewek, dia tidaklah cantik jelita, tapi aku benar* salut sama dia.

yang buat aku salut adalah dia pintar di kelas, tapi juga sukses di kegiatan luar kelas.
walaupun se sibuk*nya dia di luar, dia masih benar* mampu mengejar ketertinggalannya.
dan bahkan dia mampu masuk 5 besar, aku benar* salut !

aku lihat diriku sendiri, aku ini adalah orang yg benar* boros waktu.
dan tidak mampu membagi antara kewajibanku di luar maupun di dalam kelas.
namun aku hanya menuntut hak dari keduanya,
bagaimana bisa aku menuntut hak jika aku saja tak mengerjakan kewajibanku dg baik ???

sbnarnya aku tak pernah suka mengagumi seseorang.
karna, setiap manusia tak ada yg sempurna, yg patut d kagumi hanya ALLAH semata !
dan aku juga mengagumi nabi MUHAMMAD, meskipun aku tak begitu tahu bagaimana cara mengaguminya.

aku juga masih tak tahu arti dari sebuah rasa kagum.
aku lebih mengagungkan rasa sayang, daripada rasa kagum.
karna slama ini, yg sering ku alami, rasa kagumku pada manusia tak pernah bertahan lama.
jadi mungkin, memang aku tak pernah benar* mengagumi seseorang.

untuk kedua orangtuaku pun, aku menyayangi mereka !
dan rasa itu lebih dari sekedar rasa kagum.
entah aku juga bingung sendiri kalo mikir dan berusaha menjabarkan rasa kagum.
karna aku sendiri memang tidak mau mengagumi seseorang !
mbulet kan ?!

salah seorang temanku pernah tanya, “siapa orang yg bisa mempengaruhi hidup kamu (buat kamu kagum) ?”
gimana ya, pokoknya intinya seperti itulah! dan aku benar* cukup kaget dg pertanyaan itu.
karna sebenarnya, tidak ada yg sungguh* benar* ku kagumi !

dan karna saat itu aku juga masih bingung sama jawabanku sndiri,
aku njawab “mungkin ada beberapa, tapi nggak tahu y, semua nggak terlalu”

semenjak saat itu, aku menjalani hidup dan berusaha mencari seseorang yg bisa kukagumi.
dan aku berpikir dan merasa bahwa manusia* yg ku pikirkan saat aku menjawab pertanyaan itu,
adalah mnusia* yg membuat aku respect, bukan yg membuatku kagum.
jadi, apakah respect = kagum ???
aku jadi semakin bingung dg pemikiranku sendiri dan aku juga tak begitu yakin.
aku butuh saran dan nasehat.

tapi ini opiniku (u/sekarang),
‘jika aku mengagumi seseorang, aku akan cenderung mencontohnya dalam setiap perilaku, cara berpikirnya, semuanya’
‘dan jika aku mengagumi seseorng, aku akan merasa benar* kehilangan jati diriku selama ini’
opini yg menakutkan dan cukup lebay. hihi :)

bukan berarti aku menganggap diriku sempurna dan lebih baik daripada orang lain lo !
tapi aku memang tidak mau kehilangan jati diriku.
karna sebaik*nya manusia, kan tak ada yg sempurna.

kembali ke seseorang yg ku kagumi,
aku cukup sakit hati karna melihat keburukan dan sifat* jelek dariny
rasany nggak pantes deh aku kagum sama dia.
aku jadi menyesal !

sebenarny aku tidak boleh menyesal, tindakanku yg satu ini juga patut disalahkan.
karna dia memang nggak pernah menyuruhku u/kagum kpadanya,
dn dia pun nggak pernah menyuruhku u/memperhatikan dan mengerti dia.

kita memang tak terlalu kenal.
di kelas kita cuma sebatas teman, yg memang jrank omong*an.
karna dulu aku memang nggak terlalu suka sama anaknya,
jadi ya aku nggak pernah ngajak ngomong.
nggak suka karna, teman* dekatnya sendiri bahkan nggak respect sma dy.
apalagi yg nggak kenal, seperti aku.
kadang* dia memang cukup sering bertanya ttg PR sama aku.
ngerti* aku nyadar kok!
aku memang anak yg ragu*, apalagi dg pertanyaan yg jawabannya sendiri aku tak yakin.
tapi, aku nggak selalu gtu kok dan kenapa dia harus tanya sama aku ?
kalau memang jawabanku nggak pernah meyakinkan !
lagipula aku nggak lebih pinter dn lebih mengerti daripada dia.
buktinya dia lebih bisa membagi waktu dan mampu mendapatkan peringkat.

ya begitulah, dia selalu kurang yakin sama siapapun jawaban temannya.
dan selalu bertanya beberapa kali sama teman yg lain, yg lainnya lagi, yg lainnya lagi, dan nggak tahu sampai kapan ?
mungkin sampai jawabannya = jawabannya sendiri (yg sebenarnya sudah tahu)

tapi aku baru nyadar kalau aku juga sering seperti itu,
aku nggak nuduh dia yg buat aku seperti tu, tapi lama* kok jadi mirip sama dia.
ada apa dg aku ???

terus denger* dari temen* deketnya, dia anaknya pelit dan sangat* perhitungan.
dulu pernah ada salah satu temen deketnya ngomong, “masak kelompok’an, nulis pake bulpennya, terus habis, dia minta ganti”
waktu dulu aku langsung mendoktrin diriku, bahwa dia memang anak yg nggak pantes u/dijadikan teman !

namun seiring dg berjalannya waktu, aku semakin mengenal dia, dan ternyata dia tak seburuk yg ku kira, dia cukup baik.
aku berpikir ttg dulu, ttg masalah bulpen itu,
aku mikir, aku juga pelit, aku juga perhitungan, memang tidak separah dia, tapi kenapa aku nggak ada yg berusaha memahaminya.
aku membayangkan jika ternyata dalam satu kelompok itu yg mau kerja cuma dia,
yg jalan cuma dia, yg mikir cuma dia, yg nulis cuma dia, pake bulpennya.
aku pun nggak pernah tahu kebenarannya.
tapi, aku benar* memakluminya.

lalu aku pun ingin tahu lebih banyak ttg dia, aku berusaha menjadi teman yg baik baginya, agar aku lebih bisa mengenalnya.
dan beberapa hari ne, sampai aku benar* cukup dekat.
aku benar* salut,
dia pintar menjalankan kewajibannya,
dia mampu membagi waktu,
dia mampu menjaga rahasia,
dia sangat kreatif,
dia juga mampu menjaga kesehatan,
dia mampu memotivasi orang (padahal teman deket dari orang itu sendiri, belum tentu mampu),
dia mampu membuatku percaya sama dia (dan aku pun kadang tak mampu memberikan sanggahan atas komentarnya), dan
dia memang membuatku takjub.

tapi sayang,
dia pelit dan perhitungan,
dia menyebalkan,
dia agak sombong,
dia tertutup,
dia nggak gampang ditebak, dan
dia memang sering membuat orang nggak nyaman ato sebel sama dia.

pernah suatu kali, aku sudah sangat percaya sama dia,
dia sudah cukup terbuka sama aku, dan aku mulai meminta sesuatu sama dia, karna dia juga yg menawarkan hal itu padaku.
aku sangat tertarik pada hal itu, tpi saat aku memintanya, dia nggak mau berjanji u/memberikannya.
karna aku cukup tahu dirinya, sepertinya dia tak akan memberikan apa yg ku inginkan, tapi kenapa?
bukankah dia yg menawarkan, aku akan berpikir positif.

lama aku tunggu permintaanku itu u/di iyakan olehnya.
meski aku juga sudah mengorbankan banyak hal atas permintaan itu.
dan aku benar* kecewa saat setelah lama aku menunggu, dia tidak memberikan apa*
dia memberikan alasan, tapi rasanya dia nggak jujur, dan kenapa dia nggak ngomong jujur ?
dia pun tak lupa meminta maaf, dan aku pun memaafkannya.

lepas dari itu semua, dia tetap temanku.
dan aku nggak mau mengaguminya lagi.
karna jika aku mengaguminya aku nggak akan mungkin bisa menjadi temannya,
karna aku akan mnjadi seperti diriny, dan kami tak akan pernah cocok.
aku dan dia tidaklah sama, kami pribadi yang berbeda,
kami teman, dan teman akan saling melengkapi justru dg perbedaan yg dimiliki.

(5 September 2010)
by FN

 

2 Responses to “mengaguminya…”

  1. dyahdisini Berkata

    heh!
    mbok yo lek postingane dowo2, di “read more” ngunu lhu..
    contohlah aku.. ^^,


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.